Muslim Kok Nyebelin? Karya Satria Dharma

Judul Buku:
Muslim Kok Nyebelin? (Part 1)

Karya:
Satria Dharma
(Generasi Penerus IKPTM Komisariat Surabaya)

Penyunting:
M. Iqbal Dawami

Perancang Sampul:
Tim Maghza

Penata Aksara:
Ifah Nurjany

Cetakan 1:
September 2024

Penerbit:
Maghza Pustaka
Margomulyo, RT 07/RW 04, Tayu-Pati 59155

Resensi Buku:
Muslim Kok Nyebelin?

Tema: Akhlak, Dakwah, dan Perilaku Sosial Muslim

Tujuan Pembahasan

Buku ini ingin mengajak pembaca—terutama Muslim generasi muda—untuk merenungi kembali bagaimana cara mereka berinteraksi dengan masyarakat, menyampaikan ajaran Islam, dan berperilaku sehari-hari.
Penulis menyoroti fenomena ketika sebagian Muslim justru menampilkan wajah Islam yang tidak simpatik: kasar, merasa paling benar, merendahkan, dan tidak bijaksana dalam berdakwah.
Buku ini adalah ajakan untuk menjadi Muslim yang menyenangkan, bukan yang menyebalkan.


Ringkasan Isi Buku

1. Islam Itu Indah, Jangan Dirusak Sikap Nyebelin

Buku ini dibuka dengan refleksi tentang bagaimana Islam yang sejatinya adalah agama penuh rahmat dan keindahan, justru sering kali terlihat buruk di mata masyarakat karena sikap sebagian pemeluknya yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islam.
Penulis mengajak pembaca untuk introspeksi: sudahkah akhlak kita membuat orang lain tertarik pada Islam?

2. Berdakwah Bukan Ajang Menang-Menangan

Penulis menekankan bahwa dakwah bukanlah lomba debat. Banyak Muslim yang justru sibuk “menghajar” kesalahan orang lain ketimbang mengajak dengan kasih sayang.
Buku ini mengutip banyak kisah Rasulullah SAW yang justru memenangkan hati manusia melalui akhlak, bukan argumen.
Keindahan dakwah terletak pada kelembutan, bukan pada hujatan.

3. Perbedaan Itu Wajar, Jangan Jadi Bahan Menyalahkan

Penulis membahas bagaimana umat Islam kerap terpecah hanya karena perbedaan pandangan fiqih atau mazhab.
Padahal, perbedaan adalah rahmat jika disikapi dengan hikmah.
Buku ini mengajak pembaca untuk memiliki wawasan luas dalam menyikapi keragaman umat dan menjauhi sikap fanatik buta.

4. Jangan Bawa Nama Islam untuk Ego Pribadi

Ada kritik halus di sini: sering kali seseorang menyalahgunakan nama Islam demi memuaskan egonya. Misalnya, menyerang orang lain atas nama “amar ma’ruf nahi munkar”, padahal niatnya hanya ingin terlihat lebih alim.
Penulis mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam setiap tindakan keislaman.

5. Akhlak Rasulullah sebagai Teladan Utama

Sebagai penutup, penulis kembali mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam berdakwah, bersosialisasi, dan menjadi Muslim yang memberikan kesejukan.
Fokusnya adalah membentuk kepribadian Muslim yang tidak hanya benar secara ilmu, tapi juga indah dalam penyampaian dan penuh kasih sayang.


Highlight Penting yang Bisa Diimplementasikan

  • Jangan merasa paling benar sendiri.
    Belajar membuka diri dan menerima perbedaan pendapat di kalangan umat Islam.
  • Utamakan akhlak dalam dakwah.
    Lebih baik menyentuh hati daripada sekadar memenangkan argumen.
  • Luruskan niat dalam beragama.
    Jangan menyandarkan tindakan kita pada ego atau pujian orang lain.
  • Jadilah Muslim yang menyenangkan.
    Buat orang lain merasa nyaman dengan kehadiran kita dan terinspirasi dengan Islam dari akhlak kita.

Tools dan Referensi Terkait

  • Sirah Nabawiyah – sebagai referensi tentang akhlak dan cara dakwah Rasulullah SAW.
  • Kitab Riyadhus Shalihin – kumpulan hadis tentang adab dan akhlak yang bisa dijadikan panduan sikap harian.
  • Podcast & Channel Dakwah Ust. Felix Siauw – sebagai kelanjutan konten dari buku ini dalam bentuk audio-visual yang bisa diakses generasi muda.
  • Komunitas Hijrah atau Kajian Islami Online – tempat membentuk lingkungan positif dan belajar Islam dengan cara yang menyenangkan.
Tentang Penulis:
 
SATRIA DHARMA adalah seorang muslim yang concern terhadap nilai-nilai humanisme.
Ia banyak menulis buku terkait pendidikan, literasi, dan kemanusiaan.
Ia juga giat menulis di media sosial dengan akun Facebook-nya 
https://www.facebook.com/satriadharma2002
Dalam banyak tulisannya ia mengajak pembaca, khususnya kaum muslim, untuk senantiasa mencintai Indonesia, dengan cara menjaga kerukunan baik dengan sesama penganut agama Islam, maupun terhadap agama lain.
 
Selain itu, ia juga kerap mengingatkan masyarakat terdidik untuk terus menggelorakan spirit Iqra, demi kemajuan umat maupun bangsa.
Demi mewujudkan hal itu ia keliling Indonesia, mengisi forum-forum di lembaga pendidikan mulai dari tingkat SD hingga Perguruan Tinggi maupun di forum-forum umum.
 
Karyanya yang telah diterbitkan di antaranya: 
  1. Thank’God (2013),
  2. Muslim Kok Nyebelin? Apa Kata Nabi? (2014),
  3. Iqra’: Misteri di Balik Perintah Membaca 14 Abad yang Lalu (2015),
  4. A Full Year of Literacy (2016),
  5. The Spring Time of Literacy (2016),
  6. My Case; Life Begins at Sixty (2017),
  7. Thousand Miles of Literacy (2018),
  8. Literacy and The Color of My Days (2019),
  9. Mitos Khilafah Ajaran Islam?; Menguji Argumentasi Soal Khilafah Ala HTI (2020),
  10. Muslim Kok Nyebelin Part 2 (2020), 2020:
  11. A Time for Reflection (2021),
  12. Muslim Kok Nyebelin Part 3 (2023),
  13. Muslim Kok Nyebelin Part 4 (2024)
Ia bisa dihubungi via email
satriadharma2002@yahoo.com
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *