Semangat pagi keluarga IKPTM yang saya doakan selalu dalam keadaan sehat dan bahagia,….
Pada artikel kali ini saya ingin berbagi sebuah tulisan dari seorang Jenderal yang sudah Anumerta, Bpk. Alm. Mayjen TNI Adam Saleh (Mantan Kasdam Jaya, 1985-1987), yang merupakan bapak dari sahabat saya sewaktu SMA, yang rajin menulis buku yang sangat bagus, dan kebetulan saya lah yang menjadi designer bukunya dan akan saya share di bawah ini untuk bisa di download dan dibaca tulisannya,…
Selamat menyimak Buku dengan judul “TUA ITU INDAH” dan semoga bermanfaat,…!
UNTUK PARA SAHABAT
Petang menjelang malam,
terang perlahan menghilang.
Adakah artinya bagi hidup manusia?
Bagi yang mau mengerti, tak ada yang abadi.

Penulis: Adam Saleh
Waktu luang sangat berharga untuk dibiarkan lewat begitu saja. Agar waktu tidak terbuang sia-sia, saya ajak anda, dan siapapun yang berminat, untuk membaca beberapa hal yang ringan-ringan sambil minum teh atau ngopi. Sengaja pembicaraan saya arahkan pada topik yang sedikit bersinggungan dengan apa yang saya alami.
Pada akhir Juni 2006, ketika saya sedang berada di Bandung, saya menyempatkan diri bersilaturahmi, bertamu ke rumah mantan atasan saya yang usianya sudah delapan puluh tahun lebih. Saya dibuat kagum melihat penampilannya yang sehat dan bugar. Ketika saya tanya apa resepnya, sehingga di usia lanjut, masih terlihat sehat. Beliau mengatakan, menjalani kehidupan apa adanya, dan selalu tawakkal pada Tuhan. Saya sungguh kagum. Dalam hati saya berkata, kalau Tuhan memberi kesempatan pada saya untuk hidup sampai usia 80 tahun, apakah saya bisa seperti beliau, badannya terlihat fit dan jalannya juga masih tegap.
Di tengah pembicaraan, mantan atasan saya ini mengatakan bahwa putra sulungnya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta sudah memasuki masa pensiun. Kalau ketika melihat penampilan beliau, saya dibuat terkagum kagum, maka ketika mendengar putranya sudah memasuki usia pensiun, saya dibuat tertegun. Saya baru sadar, bahwa ternyata yang pensiun itu bukan hanya para senior saya, bukan hanya rekan-rekan seangkatan saya di Akademi, dan rekan-rekan sebaya saya, tetapi juga putra-putra senior saya. Nantinya jika saatnya tiba, pasti giliran anak-anak saya yang akan pensiun, dan selanjutnya akan menyusul generasi cucu cucu saya.
Untuk itulah dalam rangka memanfaatkan waktu luang, saya mencoba menyoroti beberapa hal yang ada kaitannya dengan lansia, baik yang menyangkut kehidupan para lansia, maupun yang berhubungan dengan masalah kesehatan di usia senja. Kemudian pada salah satu bagian dari tulisan ini, saya mencoba menyoroti masalah pensiun, para pensiunan dan mencoba memberikan Tip Menghadapi masa Pensiun, yang saya tujukan kepada anak-anak saya, keponakan-keponakan saya, atau siapa saja yang berminat membacanya.
Usia lanjut dan masa pensiun merupakan tahap terakhir dari perjalanan hidup seseorang, yang harus dipersiapkan secara matang, agar masa pensiun tidak menjadi masa yang menakutkan, tetapi justru merupakan masa yang membahagiakan.
Di lingkungan militer negara-negara barat, dan saya kira berlaku juga di TNI, ada ungkapan Old Soldiers never die, they just fade away, maksudnya sebagai prajurit semangat juang tidak boleh padam, tidak ada masa berhenti untuk berkarya. Para pensiunan militer diharapkan dapat terus menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi dirinya, bagi keluarga, masyarakat dan bangsanya.
Tujuan saya menulis ini, murni untuk mengisi waktu luang, agar waktu 24 jam tiap hari, tidak terbuang sia-sia, tetapi menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kemaslahatan diri, untuk keluarga dan lingkungan.
Semoga tulisan ini ada manfaatnya. Amin.
Jatibening, 5 Mei 2007.




